Dia selalu ada saat aku membutuhkannya. Aku dika seorang siswa salah satu sekolah menengah kejuruan swasta di daerah Kecil yang damai. Aku punya seorang pasangan cantio dan baik hati yang tak lain adalah pacarku saat itu. Kisah hubunganku sebenarnya berawal dari pertemanan dan akhirnya terjalin cinta. Awalnya mungkin aku tak sadar, aku merasa biasa saja menyikapi kedekatanku. Karena memang kedekatanku hanya sebatas komunikasi melalui media handphone baik itu sms atau telponan.
Tak ada kata telat sms/telepon kepadanya setiap hari. Sampai pada suatu hari dimana datanglah seorang sahabatku Rio yang sedang mendapatiku bertelepon ria dengan cewek yang aku maksud. Oh ya nama cewek itu adalah Fenny.
Rio : Hey bro.... teleponan melulu lo kayak sudah punya pacar aja! Nelpon siapa sih? Lanjutnya penasaran.
Aku : mmm udah dulu ya telponnya ada rio nih, nanti aku sambung lagi! Segera aku akhiri pembicaraan telepon dengan Fenny.
Ehh enggak ini temenku si Fenny, balasku kepada rio.
Rio : kamu suka ya sama dia? Sudahlah tembak aja! Sarannya singkat.
Rio memang sahabatku yang selalu memandang kehidupan dengan logika. Contohnya saja soal hati, dia gak khawatir kata orang lain kalau menurutnya baik ya dijalani saja. Hari itu cukup banyak obrolanku bersama rio, tapi tak ada pembicaraan mengenai fenny.
Hari-hari berikutnya, akupun masih sering bahkan lebih sering berkomunikasi dengan fenny. Sampai di suatu hari datanglah sahabatku Rio dan Yogi.
Rio,Yogi : Hey bro.... Apakabar nih sama fenny ? tanya mereka hampir bersamaan.
Aku : kalau aku sih baik-baik aja, nah kalau fenny aku sih enggak tau baik atau enggak ? Jawabku sekenanya.
Yogi : alah masa kabar gebetannya gak tau sih?
Rio : kalau suka bilang aja terus terang, gak usah dipendam dalam hati! Ntar hamil loh.... Hahaha. Tambah rio yang bikin ngakak gak karuan.
Aku : enggak kok bukannya aku gak suka nih bro, cuma untuk saat ini memang masih belum ada rasa apa-apa hanya sebatas teman.
Rio : apa perlu aku yang omongin ke fenny? Sahutnya.
Aku : jangan brooo! Kasihan temanku. bantahku dengan nada tinggi.
Aku tau saat itu fenny memang sudah memiliki pacar, yang tak lain adalah teman sekelasku. Setelah aku pikir-pikir , mungkin yang dikatakan Rio dan Yogi sahabatku memang ada benarnya kalau aku suka sama fenny. Tapi aku masih sadar kalau fenny adalah pacar temanku , jadi aku gak mungkin akan makan teman.
Seiring waktu berlalu fenny mulai menceritakan hubungannya dengan pacarnya kepadaku, banyak keluh-kesah yang dia curahkan. Aku hanya bisa memberi saran saja agar mereka bisa tetap harmonis. Dan beberapa hari kemudian aku dan sahabatku Rio, Yogi, dan yang lainnya sedang dalam suatu obrolan asik pada suatu malam minggu. Maklum waktu itu aku dan sahabatku yang lain baru saja menginjak sekolah menengah kejuruan jadi lagi seneng-senengnya nongkrong bareng. Tiba-tiba handphone berdering nada suara panggilan masuk, saat aku lihat ternyata telepon dari fanny. Seperti obrolan sebelumnya di telepon, fenny kembali curhat tentang pacarnya. Kurang lebih setengah jam aku dan fanny ngobrol, ternyata rio sudah berada didekatku bermaksud untuk nguping pembicaraan teleponku dengan fenny.
Rio : Sudahlah..... Fen, putusin aja pacarmu itu . Kan udah ada dika tuh yang selalu perhatian sama kamu. Teriaknya!
Aku : whatt? Apa-apaan kamu ini? Jangan fen jangan didengerin tuh bacotnya si rio. yakinkanku kepada fenny.
Dan setelah itu aku segera mengahiri pembicaraan bersama fenny. Karena menurutku kata-kata rio tadi sudak merusak suasana. Dan malam itu pun aku lewati dengan sahabat-sahabatku begadang hingga larut malam. Pagi pun tiba dan langsung aku segera berkemas untuk melanjutkan menuju pulau kapuk dirumah. Seusai kejadian semalam aku jadi ragu untuk menghubunginya . serasa aku ini cowok apaan gitu , padahal kata-kata yang keluar itu dari mulut sahabatku. Ahh sudahlah pikirku .... sudah berlalu juga kok sambut hari esok lebih baik , mudah-mudahan aja masih diberi kesehatan sama Allah SWT.
Pagi ini adalah hari senin , hari yang menurutku waow banget deh untuk melakukan aktivitas . semua serasa panjang banget waktunya kalau hari senin , padahal logikanya sama 24 jam dalam 1 hari . apalagi saat itu aku masuk sekolah , tak lupa kalau hari senin itu Upacara Bendera ..... nah waktu aku selesai upacara bendera aku lihat dalam kelas sepertinya ada temanku yang sedang sedih nih , walaupun gak mengeluarkan air mata tapi aku tau kalau dia sedang sedih . dia adalah pacar fenny , so karena aku orangnya gak jahat jadi aku coba nanya-nanya penyebab kesedihannya siapa tau aku bisa menghiburnya . setelah sekian menit ngobrol dan bertanya-tanya , ternyata fenny mutusin hubungan dengan pacarnya .
Cukup mengagetkanku , ternyata fenny benar-benar mengambil keputusan untuk mengahirinya . aku berfikir entah itu karena dia memang benar-benar sudah tidak merasa ada kecocokan atau menjalankan saran yang diberikan Rio malam itu ? I don’t know ...
Setelah beberapa minggu , entah apa yang sedang terjadi aku dan dia (fenny) semakin dekat . dari mulai aku bertamu ke rumahnya , ngajak dia jalan-jalan . dan hingga pada suatu hari aku nembak dia . aku ini mungkin orangnya gak begitu romantis , tapi aku selalu punya cara untuk lebih berkesan jadi aku pilih tempat di Pantai pada saat menyatakan cinta .
Beberapa waktu hubungan aku sama dia sangat baik , walaupun kadang juga ada masalah kecil namun bisa teratasi berdua . Setelah melewati tahun pertama hubunganku dengan dia juga masih bisa dibilang cukup baik walaupun sudah jarang ketemu karena kesibukan masing-masing .
Tiga bulan setelah #1 st Anniversary hubunganku sama dia , aku merasa ada yang mengganjal pada hubungan ini , karena hampir satu minggu aku hubungin selalu saja gak ada jawaban. sampai pada saat aku katakan ini pada sahabatku yogi .
Aku : Gimana nih yog saranmu tentang hubunganku sama fenny ?
Yogi : Kenapa Bro ? Kamu ada masalah ? Selesaikan baik-baik aja berdua .
Aku : Pusing nih yog , Hampir satu minggu gak ada kabar dari dia . Apa aku putusin aja ya ?
Yogi : Hati-Hati sama kata-katamu sendiri dik .
Aku : Huuuuuuuuuuh!!!!!!!
Dua hari kemudian , tiba-tiba aku jatuh sakit “Demam Tinggi” . tiga hari hanya bisa aku habiskan di tempat tidur . entah ada angin dari mana ternyata dia menghubungiku . tapi kali ini bukan karena dia ingin tahu bagaimana keadaanku , melainkan dia ingin mengahiri hubungan ini. Benar-benar seperti jatuh dari atap trus ketiban genteng gitu rasanya . sakit banget .... yah walaupun gak berdarah karena ini terasa seperti luka dalam . beberapa kali aku coba untuk mempertahankannya tapi usahaku sia-sia , dia benar-benar ingin mengahirinya . Tak ada yang bisa aku perbuat lagi selain mendoakannya agar sukses kelak.
Inilah Kisah Cerpen Berjudul "Waktu Aku Sama Dia"
Nama karakter dalam cerita ini bukanlah nama yang sebenarnya .
ditulis pada 15 Juli 2013 Oleh Aditya Pratama.